Cerita Dewasa Bergambar Paling Hot


Koleksi Cerita Dewasa Sejagad,Cerita Dewasa Daun Muda,Cerita Setengah Baya,Cerita Sedarah,Cerita Tukar Pasangan,Cerita Selingkuh,Cerita Masturbasi,Cerita Sesama Jenis
Cerita Dewasa Bergambar Paling Hot – Kali ini sedikit cerit ayang bisa sobat lihat ataupun simak yang tentunya lebih seru di bandingkan yang lainnya, yang saya berikan ini pastinya dapat dilihat di halaman ini yang cerita dewasa ini berjudul apa yah? yah yang penting sobat baca saja cerita nya di jamain seer.

Dan baiklah langsung saja nih cerita dewasa bergambar yang dapat sobat semua lihat untuk kali ini saya berikan dan tentunya bisa dilihat langsung dibawah ini

Nama ku ogi, umur 15 tahun, pkl 07.00 pagi ini aku berangkat ke rumah om angkat untuk menyambung kegiatan ngecat dapur yang belum selesai karena kehabisan cat.Sampai dirumah om aku melihat om sedang beres – beres mau pergi mancing, pagi om?’… Sapa ku, pagi juga gi..’ tante dimana om?’ tanyaku lagi, jogging.. Ntar lagi juga pulang, cat nya dah om beli ambil aja di gudang ya?’ belum sempat aku jawab om sudah berangkat dengan mobilnya.

Setelah aku ambil cat kemudian aku ganti dengan baju kerja, baju kaos dan celana kain longgar di bagian paha sejengkal dari lutut. Lagi asik aku ngecat tiba – tiba aku dikejutkan oleh sapaan tante yang baru pulang jogging, met pagi ogi?’ aku benar – benar terkejut karena lagi asik menghayal sambil ngecat, daripada terjatuh lebih baik aku lompat, brep! Tangan dan kakiku berlumuran cat, tante cepat -cepat menghampiriku sambil jongkok dia berusaha memegang tanganku, tanpa sengaja aku menoleh ke arah pahanya, tante memakai rok mini kembang dan baju tanktop, walau tante lebih tua 15 tahun tapi bodinya masih frpporsional, aku terkesima melihat paha mulus dan pepek tante yang terbungkus cd putih, kontolku langsung tegang dan pikiran ku melayang ntah kemana, cepat-cepat aku berdiri dan menoleh kearah pekerjaanku yang hampir selesai, kamu ga pa pa gi!?’ ga pa pa tante.. Jawabku, ya dah tante mau mandi dulu..’ kemudian tante berlalu kekamarnya, akupun melanjutkan pekerjaan ku, dalam hatiku berkata, paha tante benar-benar mulus kapan ya,,’ kontolku masih tegang belum turun-turun.

Setelah siap ngecat aku mandi dan membersihkan bekas lumuran cat, selesai mandi aku lihat kontol ku masih tegang gara-gara ingat pemandangan tadi, tiba-tiba ide gila ku muncul untuk menggoda tante, aku pakai baju rumahan aja sedangkan celana masih celana kerja gak pake cd dan kusimpan dikantong celana leeku, lalu aku keluar dari kamar mandi menuju ruang keluarga, ternyata tante dah selesai mandi memakai baju tidur terusan sepaha dan juga telah menyiapkan kopi berikut makanan kecil yang diletakkan diatas meja, karena tante lagi asik main game guitar hero dia diam aja, sambil mendekat aku tetap santai karena aku dah sering kemari dan aku bertanya, dini dimana tante?’ aku menanyakan anak tante yang dari tadi gak keliatan, o.. Semalamkan sabtu malam jadi dia minta tidur di tempat neneknya, diminum airnya Gi,’ tante menjawab tanpa menoleh dari monitor, lalu aku mengambil kopi, agar tante mudah melihat kearahku, sengaja aku pilih duduk diatas mebel disamping tante yang duduk diatas karpet.

Jarakku dengan tante sekira 1,5m, Kontolku semakin tegang membentuk tonjolan dicelanaku, karena melihat tante duduk bersila otomatis baju terusan sepahanya semakin tersibak hingga benar-benar mengundang nafsu, kemudian ku kangkang lebar-lebar pahaku agar disaat tante menoleh dia bisa melihat kontol dan bijiku dari ruang celanaku yang longgar, untuk memulai aksi aku bertanya baba basi aja, tante rajin jogging ya?’ tanpa kuduga ternyata tante siryus menanggapinya, tante mempause gamenya dan menoleh tepat kearah kontolku, tante ternganga dan gelagap menjawab, i,,i,ya Gi tante law gak jogging seminggu sekali rasanya badan bawaannya malas terus,’ aku juga kikuk, untuk menghilangkanya aku raih kopi yang aku taruh dilantai sambil minum kulirik tante, ternyata tante gak pernah melihat wajahku pandangannya tetap ke arah selangkanganku, lalu aku melanjutkan basa basiku, musiknya bersih dan bagus ya tante?’, basa basiku membuat tante menghentikan tontonan gratisnya, sambil menoleh kearah monitor tante mengangguk-angguk mengikuti irama musik dan menjawab sekedarnya, iya,,’. Lalu aku beraksi lagi, kuambil koran diatas meja, kubuka dan kupegang sudut kanan atas hingga sisi bawah koran menutup selangkanganku, kumiringkan badanku sedikit agar koran gak jatuh semua, jadi law tante menoleh dia gakkan bisa melihat gerakanku karena aku mau onaniku, lalu kubuka rist yang agak panjang jadi kontolku bebas keluar tanpa penghalang. Pelan-pelan aku elus kontolku dengan tangan kiri sambil menatap paha tante, sesekali kupandang wajahnya yang memang selalu merona, tapi aku heran tante kok gak menatap lurus ke monitor tapi agak miring ke kiri dikit, apa tante dah mulai juling, semakin lama kocokan ku makin cepat, tante main game pun makin banyak slipnya sambil mengeluarkan suara okhhh…. Akhhh mmmmm seperti erangan dikentot.

Tante melihatku gak kearah monitorpun gak, aku jadi takut ketauan nanti bila tante lapor sama mama gimana, tapi nafsuku mengalahkan rasa takutku, lama-lama tante mengangkat lutut kanannya hingga menyentuh dagu dan mengangkat tanganya yang masih memegang setik, otomatis paha putih mulus dan cdnya keliatan jelas sama aku, aku semakin berpantasi dan semakin nikmat, karena tante banyak salah main game malah tante bukan mengeluarkan suara kekalahan tapi seperti suara orang keenakan dikentot, ohk! Akghhh… Teruzzzz.. Mmmmmmmm…. Ohk! okh! Terusssh.. Cepatt.. Aku semakin memuncak mendengar erangan tante, dari sela-sela suara musik aku pun mengerang keenakan ehm! ehmm! Aku ingin mengeluarkan mani, saking enaknya aku tak dapat menahan suaraku yang keras keluar bersama maniku, ooooookhkkkk cret! cret! cret! Kutembakkan maniku sebanyak 5 kali sangking kencangnya hampir melewatiku koran, setelah itu tiba-tiba tante terkejut akibat suaraku dan mempausekan gamenya lalu berkata sambil menoleh kearahku, kenapa Gi……..?’ tapi sambil tersenyum manis sekali, hingga menghilangkan rasa kikukku, aku hentikan kocokan sisa-sisa kenikmatan yang aku raih agar gak ketahuan sama tante, dan aku menjawab, a,, anu tante, habis tante mainnya salah terus jadi aku ikut kontak’, ooooo..’, jawab tante, sambil mengubah duduknya dengan bersila dia meraih remot ntah apa yang ditekannya.


Kuperhatikan maniku yang kental menempel di koran, lalu kumasukkan kontolku karena musik sudah berhenti pelan-pelan aku kancingkan ristku agar gak kedengaran ma tante, kemudian koran kulipat dan kuletakan di mebel dekat aku duduk, selanjutnya bergegas kekamar mandi, lega rasanya, sewaktu aku mau ambil gayung, tiba tiba aku teringat ‘bodohnya aku law nanti tante ambil koran gimana pasti tante melihat maniku’, gumamku sendiri, cepat-cepat aku keluar lagi berlari kecil keruang keluarga tapi tante gak keliatan dan musik pun sudah berubah ke mp3 keong racun, sukurlah’ dalam hatiku, tiba-tiba ada bayangan berkelebat aku kira tante rupanya herder yang lagi menggigit roti lari keruang tamu, lalu kulanjutkan untuk mengambil koran, sewaktu kubuka hanya bekasnya aja yang tinggal sedangkan maninya gakda lagi, aku jadi heran sambil duduk di tempat tante tadi, aku menduga-duga kemana habis maniku tadi padahal baru 10 detik aku tinggal kok tinggal bekasnya, apa mungkin herder yang menjilatnya, tapi gak mungkin karena aku tau anjing gak mau jilat mani, tanpa sengaja pandanganku mengarah ke kaca lemari Tv LCD tante, dimana tadi aku berpikir tante udah juling, ternyata tidak, ya ampun.. berarti tadi tante melihat semua apa yang aku lakukan melalui pantulan kaca ini, pantas dia mengeluarkan suara seperti dikentot, rupanya dia juga menikmati sexku, dan memberikan kesempatan untuk melihat cd dan paha mulusnya,, lalu aku cepat-cepat ke kamar mandi memakai celana lee, kulihat udah pkl 11.00, karena tante gak nampak-nampak kemudian aku pamit melalui sms.. Dan cepat-cepat pergi karena malu..

Cerita Panas Memek Rapet Si Janda Bahenol


Cerita Panas Memek Rapet Si Janda Bahenol – Bermula ketika saya tiba diterminal bis di kota Surabaya pukul 2 siang, meskipun bis Surabaya – Jogja yang saya tumpangi baru berangkat 2 jam kemudian. Saat sedang asyik membolak-balik Taboid Olahraga kesukaan saya, tiba-tiba seorang anak kecil berusia 4 tahunan terjatuh didepan saya, sontak tangan ku menarik si gadis kecil itu.

”Makasih Dik, maklum anak kecil kerja nya lari-lari mulu” ungkap seorang wanita setengah baya seraya mengumbar senyum manisnya. Namun walau hampir kepala tiga, Mbak Titin, demikian dia memperkenalkan dirinya pada saya, masih keliatan seperti gadis muda yang lagi ranum-ranum nya…. dada gede (34B), pantat bahenol dibarengi pinggul seksi membuat ku terpaku sejenak memandanginya.

“Maaf, boleh saya duduk disini” suara Mbak Titin dengan logat sundanya yang khas memecah ‘keheningan’ saya
“Ssii… silakan Mbak,” balas ku sambil menggeser pantat ku dibangku ruang tunggu bis antar kota di kota kembang itu.
“Mau kemana mbak’”saya coba membuka pembicaraan.
“Anu… saya the mau ke jogja. Biasa beli barang-barang buat dagang. Adik mau kemana?”
“Sama, jogja juga. Mbak sendiri?” pandangan ku melirik payudara nya yang belahan nya jelas dari kaos lumayan ketat yang dipakainya.
“Ya, tapi ada yeyen kok” katanya sambil menunjuk si kecil yang asik dengan mainannya.
“Saya Andi Mbak” ucapku sambil mengulurkan tangan yang langsung disambutnya dengan ramah.

“Kalo gitu saya manggilnya mas aja ya, lebih enak kedengarannya” ungkap si mbak dengan kembali mengumbar senyum manisnya. Mungkin karena ketepatan jurusan kami sama, saya dan Mbak Titin cepat akrab, apalagi apa karna kebetulan ato gimana, kami pun duduk sebangku di bis yang memang pake formasi seat 2-2 itu.

Dari ceritanya ku ketahui kalo Mbak Titin janda muda yang ditinggal cerai suami sejak 2 thn lalu. Untuk menyambung hidup dia berjualan pakaian dan perhiasan yang semua dibeli dari jogja. Katanya harga nya murah. Rencananya di Jogja 2-3 hari..

Pukul 4.30 sore, bis meninggalkan terminal tersebut, sementara didalam bis kami bertiga asyik bercengkarama, layaknya Bapak-Ibu-Anak, dan cepat akrab saya sengaja memangku si kecil Yeyen, sehingga Mbak Titin makin respek pada saya. Tak terasa, waktu terus berjaan, suasana bis begitu hening, ketika waktu menunjukkan pukul 11 malam. Si kecil Yeyen dan para penumpang lain pun sudah terlelap dalam tidur.

Sedangkan saya dan Mbak Titin masih asyik dalam obrolan kami, yang sekali-kali berbau ha-hal ‘jorok’, apalagi dengan tawa genitnya Mbak Titin sesekali mencubit mesra pinggang saya. Suasana makin mendukung karna kami duduk dibangku urutan 4 dari depan dan kebetulan lagi bangku didepan,belakang dan samping kami kosong semua.

“Ehmm..mbak, boleh tanya ga nih, gimana dong seandainya pengen gituan kan dah 2 taon cerainya.” tanya ku sekenanya.
“Iiihh, si mas pikiran nya..ya gimana lagi, palingan usaha sendiri… kalo ga,ya… ini,si Yeyen yang jadi sasaran marah saya, apalagi kalo dah sampe di ubun-ubun.” jawabnya sambil tersipu malu.
“Masa… Ga mungkin ga ada pria yang ga mau sama mbak, mbak seksi, kayak masih gadis” aku coba mengeluarkan jurus awal.

Tiba-tiba si yeyen yang tidur pulas dipangkuan Mbak Titin, nyaris terjatuh.. sontak tangan ku menahannya dan tanpa sengaja tangan kami bertemu. Kami terdiam sambil berpandangan, sejenak kemudian tangannya ku remas kecil dan Mbak Titin merespon sambil tersenyum.

Tak lama kemudian dia menyandarkan kepalanya di bahu ku, tapi aku mencoba untuk tenang, karena ‘diantara’ kami masih ada si kecil yeyen yang lagi asik mimpi..ya memang ruang gerak kami terbatas malam itu. Cukup lama kami berpandangan, dan dibawah sorot lampu bis yang redup, ku beranikan mencium lembut bibir seksi janda cantik itu.

“Ssshhh… ahhh… mas” erangnya, saat lidah ku memasuki rongga mulutnya, sementara tangan ku, walau agak sulit, karna yeyen tidur dipangkuan kami berdua, tapi aku coba meremas lembut payudara seksi nan gede itu.
“Terus mas… enak….. ouhhhh” tangan nya dimasukin aja mas, gak keliatan kok’” rengeknya manja.

Adegan pagut dan remas antara kami berlangsung 20 menitan dan terhenti saat yeyen terbangun…

“Mama…, ngapain sama Om Andi” suara yeyen membuat kami segera menyudahi ‘fore play’ ini dan terpaksa semuanya serba nanggung karna setelah itu Yeyen malah ga tidur lagi.
“Oya, ntar di Jogja tinggal dimana Mbak” tanya ku.
“Hotel Mas… Napa? Mas mau nemenin kami…???”
“Bisa, ntar sekalian saya temenin belanjanya, biar gampang, ntar cari hotelnya disekitar malioboro aja.”

Pukul 7 pagi akhirnya kami tiba di terminal Giwangan, Jogja… dari terminal kami bertiga yang mirip Bapak-Ibu dan anak ini, nyambung bis kota dan nyampai dikawasan malioboro setengah jam kemudian.. setelah muter-muter, akhirnya kami mendapatkan hotel kamar standart dengan doble bed dikawasan wisata jogja itu.

Setelah semua beres, si room boy yang mengantar kami pamit.

“Yeyen, mau mandi atau langsung bobo chayank?”
“Mandi aja, Ma… Oya, Om Andi nginep bareng kita ya..?” si yeyen kecil menanyaiku
“Ya, biar mama ada temen ngobrolnya.” jawab Mbak Titin sambil ngajak Yeyen ke kamar mandi yang ada dalam kamar. Di dalam ternyata si mbak telah melepas pakaiannya dan hanya melilitkan handuk di tubuh seksinya.

Dengan posisi agak nungging, dengan telaten Mbak Titin menyabuni si Yeyen, dan karena pintu kamar mandi yang terbuka, nampak jelas cd item yang membalut pantat seksi itu. Seperti Mbak Titin sengaja memancing naluriku, karena walau tau aku bisa ‘menikmati’ pemandangan tersebut, pintu kamar mandi tidak ditutup barang sedikitpun.

Tak lama kemudian, Yeyen yang telah selesai mandi , berlari masuk ke dalam kamar..

“Gimana, Yeyen udah seger belom?” godaku sambil mengedipkan mata ke arah Mbak Titin
“Seger Om…. Om mau mandi??”
Belum sempat ku jawab…..
“Ya ntar Om Mandi mandinya bareng mama, sekarang yeyen bobo ya…” celetuk Mbak Titin sambil tersenyum genit kearah ku.

Selagi Mbak Titin menidurkan anaknya, aku yang sudah masuk ke kamar mandi melepas seluruh pakaian ku dan ‘mengurut-urut’ penis ku yang sudah tegang dari tadi. Lagi asiknya swalayan sambil berfantasi, Mbak Titin ngeloyor masuk kamar mandi.

Aku kanget bukan kepalang..

“Udah gak sabar ya……” godanya sambil memandangi torpedo ku yang sudah ‘on fire’
“Haa… aaa… Mbak…” suaraku agak terbata-bata melihat Mbak Titin langsung melepas lilitan handuknya hingga terpampang payudara nya yang montok yang ternyata sudah ga dibungkus BH lagi, tapi penutup bawah nya masih utuh.

Tanpa mempedulikan kebengongan ku, Mbak Titin langsung memelukku.
“Jangan panggil Mbak dong. Titin aja” rengeknya manja sambil melumat bibirku dan tangan kirinya dengan lembut mengelus-elus kemaluan ku yang semakin ‘on fire’.

Aku sudah dirasuki nafsu biarahi langsung membalas pagutan Titin dengan tatkala ganasnya. Perlahan jilatan erotis Mbak Titin turun ke leher, perut… hingga sampe dibatang kemaluan ku.

“Berpengalaman sekali dia ini…” pikirku.

Jilatan yang diselingi sedotan, kuluman dibatang kemaluan hingga buah pelir ku itu membuatku serasa terbang melayang-layang….

“Ohhhh… Titin… nikkk… mat… teruss… isepppp” desahku menahan nikmatnya permainan oral janda seksi ini sambil mengelus-elus rambutnya.
15 menit lamanya permainan dahsyat itu berlangsung hingga akhirnya aku merasa sesuatu yang ingin keluar dari penis ku.

“Akhh… hh… aku keulu..aaarrr…” erangku diikuti semprotan sperma ku dimulut Titin yang langsung melahap semua sperma ku persis seperti anak kecil yang melahap es paddle pop sambil tersenyum ke arahku..

Setelah suasana agak tenang, aku menarik tangan Titin untuk berdiri, dan dalam posisi sejajar sambil memeluk erat tubuh sintal janda seksi ini, mulutku langsung melumat mulut Titin sambil meremas-remas pantatnya yang padat. Titin membalasnya dengan pagutan yang tatkala ganas sambil tangan nya mengenggam penisku yang masih layu dan mengurut-urutnya. Dan dengan buasnya aku mengecup dan menyedot dari leher terus merambat hingga ke payudara nya yang padat berisi.

“Oohhh.. Ndi…. ahhkkhh.” erangnya tatkala mulutku mulai bermain di ujung putingnya yang tegang dan berwarna coklat kemerahan. Tanpa melepas lumatan pada mulut Titin, perlahan aku mulai mengangkat tubuh sintal tersebut dan mendudukannya diatas bak mandi serta membuka lebar-lebar pahanya yang putih mulus. Tanpa dikomando aku langsung berlutut, mendekatkan wajahku kebagian perut Titin dan menjilati yang membuat Titin menggelinjang bak cacing kepanasan.

Jilatin ku terus merambat ke bibir vagina nya yang licin tanpa sehelai bulu pun. Sesaat kemudian lidahku menjilati sambil menusuk-nusuk lubang vagina Titin, yang membuatnya mengerang histeris.
“Ndi… sudah…. Ndi… masukinn punyamu…. aku sudah ga tahan…. ayo sayang…” pinta nya dengan nafas memburu.

Tak lama kemudian aku berdiri dan mulai menggesek-gesekkan penis ku yang sudah tegang dan mengeras dibibir vagina Titin yang seseksi si empunya.
“Sudah…. say…. aku ga ta.. hann… nnn… masukin..” rengek Titin dengan wajah sayu menahan gelora nafsunya.

Perlahan namun pasti penisku yang berukuran 17 cm, ku masukkan menerobos vagina Titin yang masih sempit walau sudah berstatus janda itu.
“Pelann… dong say.. sudah 2 tahun aku gak maen..” pinta nya seraya memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri saat penisku mulai menerobos lorong nikmat itu.

Ku biarkan penis ku tertanam di vagina Titin dan membiarkan nya menikmati sensasi yang telah dua tahun tak dia rasakan. Perlahan namun pasti aku mulai mengocok vagina janda muda ini dengan penis ku yang perkasa. Untuk memberikan sensasi yang luar biasa, aku memompa vagina Titin dengan formasi 10:1, yaitu 10 gerakan menusuk setengah vagina Titin yang diukuti dengan 1 gerakan full menusuk hingga menyentuh dinding rahimnya.

Gerakan ini ku selingi dengan menggerakkan pantatku dengan memuter sehingga membuat Titin merasa vagina nya diubek, sungguh nikmat yang tiada tara terlihat dari desisan-desisan yang diselingi kata-kata kotor keluar dari mulutnya..

“Ouggghh…. kontolmu enak say… entot Titin terus say… nikmat” rintihnya sambil mengimbangi gerakanku dengan memaju-mundurkan pantatnya.

Tiga puluh menit berlalu, Titin sepertinya akan mencapai orgasmenya yang pertama. Tangan nya dengan kuat mencengkram punggung ku seolah meminta sodokan yang lebih dalam di vaginanya. Titin menganggkat pinggulnya tinggi-tinggi dan menggelinjang hebat, sementara aku semakin cepat menghujam kan penisku di vagina Titin…

“Ooouhhh…. aaahhhh…. hhh…” erang Titin saat puncak kenikmatan itu dia dapatkan..

Sejenak Mbak Titin kubiarkan menikmati multi orgasme yang baru saja dia dapatkan. Tak lama kemudian tubuh sintal Mbak Titin ku bopong berdiri dan kusandarkan membelakangi ku ke dinding kamar mandi. Sambil menciumi tengkuk bagian belakang nya, perlahan tangan ku membelai dan mengelus paha mulus Mbak Titin hingga tangan ku menyentuh dan meremas kemaluan nya dari belakang, membuat nafsu birahinya bangkit kembali. Rangsangan ini ku lakukan hingga aku persis berjongkok dibelakang Titin.

Apalagi setelah jilatan merambat naik ke vagina Mbak Titin dan mengobok-obok vagina yang semakin menyemburkan aroma khas. Tak cukup sampai disitu, wajahku ku dekatkan kebelahan pantat montok itu dan mulai mengecup dan menjilati belahan itu hingga akhirnya Mbak Titin seakan tersentak kaget kala aku menjulurkan dan menjilati lubang anus nya, sepertinya baru kali ini bokong seksi dan anusnya dijilati.

“Ouhh…. aakhh… ssstt…. jorok say…. apa kamu lakukan… jilat memek titin aja..” celotehnya .

Sepuluh menit berlalu, aku kemudian berdiri dan menarik pantat montok nan seksi itu kebelakang dan penisku yang semakin tegang itu ku gosok-gosokan disekitar anus Titin…

“Ouh… ca… kittt… say… jangan disitu, Titin lom pernah say…” rengeknya sambil menahan saat perlahan penisku menerobos masuk anusnya. Setelah sepenuhnya penisku tertelan anus Titin, ku diamkan beberapa saat untuk beradaptasi seraya tangan ku meremas-remas kedua payudaranya yang menggantung indah dan menciumi tengkuk hingga leher belakang dan sampai ke daun telinga nya.

“Nikk… matt… say..” hanya itu yang keluar dari mulut seksi Titin.

Merasa cukup, aku mulai memaju mundurkan penis ku secara perlahan mengingat baru kali ini anusnya dimasuki penis laki-laki. Setelah beberapa gerakan kelihatan rasa sakit dan perih yang dirasakannya tadi sudah berganti dengan rasa nikmat tiada tara.

Perlahan Mbak Titin mulai mengimbangi gerakan ku dengan goyangan saat penis ku semakin memompa anusnya, sambil tangan kananku mengobok-obok vagina nya yang nganggur.

“Aahhh… ooohhh… laur biasa say… nikmat…” Desah Titin menahan nikmatnya permainan duniawi ini. 30 menit berlalu dan aku merasa puas mempermainkan anus Mbak Titin, perlahan ku tarik penisku dan mengarahkan nya secara perlahan ke vagina, dan memulai mengobok-obok vagina itu lagi. 20 menit kemudian aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari penisku, hingga aku semakin mempercepat gerakan sodokan ku yang semakin diimbangi Titin yang sepertinya juga akan mendapatkan orgamasme keduanya.

Diiringa lolongan panjang kami yang hampir bersamaan, secara bersamaan pula cairan hangat dan kental dari penisku dan vagina Titin bertemu di lorong nikmat Titin.. Nikmatnya tiada tara, sensasi yang tiada duanya..
Tak lama berselang, aku menarik penisku dan mendekatkan nya ke mulut Mbak Tiitn yang langsung dijilatinya hingga sisa-sisa sperma yang masih ada dipenisku dijalatinya dengan rakus.

“Tak kusangka mas sehebat ini.. baru kali ini aku merasa sepuas ini. Badan kecil tapi tenaganya luar biasa. Aku mau mas… aku mau kamu mas…” puji Mbak Titin padaku dengan pancaran wajah penuh kepuasan tiada tara…

Sesaat kemudian kami saling membersihkan diri satu dengan lainnya, sambil tentunya sambil saling remas. Saat keluar mandi terihat Yeyen masih terdidur pulas, sepuas mama nya yang baru saja ku ‘embat’.

Setelah Yeyen bangun, kami bertiga jalan-jalan disekitar malioboro hingga malam. Pukul 9 malam kami tiba di hotel, namun kali ini sambil memandikan Yeyen, Mbak Titin tampaknya sekalian mandi.. Saat keluar kamar mandi tanpa sungkan wanita sunda ini melepas handuknya untuk selanjutnya mengenakan daster tipis yang tadi baru kami beli dari salah satu toko di kawasan malioboro.

“Mas.. mandi dulu gih..” ungkapnya saat aku mendekatkan diri dan mengecup lembut bibirnya yang langsung disambutnya.
“Iihh.. mama dan om Andi, ngapain..?” protes si kecil yeyen saat kami sesaat berpagutan didepan meja hias yang tersedia di kamar hotel itu.

Setelah aku selesai mandi, ku lihat Titin lagi ngeloni Yeyen, dan tampaknya kedua ibu-anak ini kecapean setalah jalan-jalan disekitar malioboro.

Akhirnya ku biarkan Titin tidur dan aku gak ngantuk sama sekali mencoba mengisi waktu dengan menyaksikan live liga Inggris yang waktu itu ketepatan menyajikan big match .. Jam 12 malam lebih saat tayangan bola selesai, perlahan aku mendekati Titin dan mulai membelai-belai betis indah janda muda itu dari balik daster tipisnya hingga nyampe pangkal pahanya.

Ketika tanganku mulai mengusap-usap vagina, Titin terbangun. Ku ajak dia pindah ke bed satunya, sambil ku lucuti daster tipis yang didalamnya tanpa beha tersebut. Dengan hanya menggunakan CD tipis berwarna krem, tubuh bahenol itu ku bopong dan ku lentang kan di ranjang satunya, agar kami lebih leluasa dan si Yeyen kecil bisa tidur tenang. Sambil menindihnya, ku remas dan kecup puting payudara putih dan montok itu.

“Aahhh…. mas…” erangnya manja.

Jilatan ku terus merambah menikmati inci per inci tubuh seksi itu hingga sampe di gundukan nikmat tanpa sehelai rambut pun.. Hampir 20 menit lidah ku bermain dibagian sensitive itu, hingga akhirnya..

“Ayo dong mas… cepeten masukin… dah ga tahan nih…”

Perlahan kusapukan penis ku di vagina mungil itu. kelihatan sekali Titin menahan napas sambil memejamkan mata nya dengan sayu dan menggigit bibir bawahnya. Akhirnya burung ku masuk ‘sarang’. Ku pertahankan posisi itu beberapa saat, dan setelah agak tenang aku mulai menyodok perlahan vagina yang semakin basah itu.

Erangan dan desahan nikmat yang keluar dari mulut seksi janda sintal ini, menandakan dia sangat menikmati permainan duniawi ini.. Tanpa malu dia mendesah, mengerang bahkan diselingi kata-kata kotor yang membangkitkan gairah.. Sementara di bed sebelahnya si kecil Yeyen masih tertidur pulas..
Titin, si Jada seksi yang lagi, ku garap seakan tidak memperdulikan keberadaan putrinya si kecil, Yeyen..

25 menit-an kami ‘bertempur’ dalam posisi konvensional itu, perlahan ku angkat tubuh Mbak Titin hingga kini dia posisinya diatas. Posisi yang nikmat, karna selain menikmati memek nya aku juga bisa dengan leluasa meremas, mencium dan sesekali mengulum payudara montok yang ber-ayun dengan indah itu.. baru 15 menit,tiba-tiba tubuh Titin mengejang diikuti lenguhan panjang..

“Aaaacchh…. aauugghh… Ann.. ddii.. aakku.. kkeelluaa.. aa.. rr…”

Tak lama Titin menghempaskan tubuhnya di dada ku, seraya mulut kami berpagutan mesra. 5 menit lama nya ku biarkan dia menikmati orgasme nya. Beberapa saat, karna aku belum apa-apa, aku minta Titin menungging karna aku pengen menikmati nya dengan posisi dogstyle.. Dalam posisi nungging keliatan jelas pantat indah janda kota kembang ini.. Perlahan ku kecup dan jilati belahan pantat seksi itu. Secara perlahan jilatan ku sampe ke vagina mungilnya, Titin menggelinjang dan menggelengkan-gelengkan kepalanya menahan nikmat.. disaat itu, tanpa kami sadari.. si kecil Yeyen bangun dan menghampiri kami.

“Om Andi.. ngapain cium pantat mama..” selidiknya sambil terus mendekat memperhatikan memek mama nya yang ku lahap habis..
“Adek tenang aja ya.. jangan ganggu Om Andi… Mama lagi maen dokter-dokteran dengan Om Andi. Ntar mam mau di cuntik .. Yeyen diem aja ya…” Titin coba menenangkan gadis kecil itu..
“Ehmm.,.. hayo Om… cuntik Mama Yeyen cekaaa.. lang Om.. dah ga tahan neh..” rengek Titin.. sedangkan si Yeyen terlihat duduk manis dipinggiran bed satunya, siap menyaksikan adegan yang semestinya belum pantas dia saksikan..

Perlahan penis ku yang sudah on fire ku gosok-gosokkan dari lubang memek Titin hingga menyentuh anusnya, dari arah memek hingga lubang anusnya. Dan karena tak tega menyaksikan Titin semakin meracau dan merengek minta segera di ’suntik’, secara perlahan ku arahkan penis ku ke liang senggama nya yang licin oleh cairan vagina nya..

“Om, kok Mama Yeyen dicuntik pake burung Om..” protes si kecil yang belum ngerti apa-apa itu.
“Aauhh… ahh….. lebih dalam Mass.. sss.. Ann.. dddi..” pinta Titin dalam erangan dan desahan nikmat nya tanpa mempedulikan keberadaan Yeyen yang terlihat bingung melihat mama nya, antara kesakitan atau menahan nikmat.

30 menit berlalu, aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari ujung penis ku. Agar lebih nikmat, ku putar tubuh sintal janda kembang ini tanpa mencabut penis ku hingga kami kembali paad posisi konvesional.

“Ti… tiiinn.. aku mau keluar” erang ku mencoba menahan muntahan lahar nikmat yang semakin mendesak ini…

“Ntar.. Masss.. ss.. tahann… kita bareng…” Erangnya dengan mata terpejam seraya menggigit kedua bibirnya menahan genjotan ku yang semakin kencang di vaginanya..

Kedua tangan nya mencengkram punggung ku, dan dadanya diangkat membusung, seluruh badannya tegang mengencang, diikuti dengan lenguhan panjang kami berdua.

“Aaaccchhh…. aaauuggghh…” Maniku dan mani nya akhirnya bertemu di lorong kenikmatan itu sementara bibir kami berpagut mesra dan tangan kanan ku meremas payudara nya yang mengecang saat kami orgasme bareng tadi. Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan itu, kami masih berciuman mesra sambil berpelukan mesra, sementara penisku masih ‘tertanam’ di memeknya.

Sadar dari tadi Yeyen terus memperhatikan kami, Titin dengan wajahnya yang penuh kepuasan sejati, mengedipkan matanya seraya melihat ke arah Yeyen sambil tersenyum manis.. dan aku pun menghempaskan tubuh ku disampingnya, dan saat penis ku akan ku cabut..

“Nggak usah Mas.. biarin aja dulu di dalem..” rengeknya manja dan segera ku hadiahi ciuman mesra di keningnya.. Tak lama kemudian Yeyen mendekati kami yang baru saja permainan ranjang yang begitu dahsyat..

Hari berikutnya selama Ibu dan anak ini di Jogja, kami terus melakukan hubungan seks ini, dengan berbagai variasi dan teknik yang lebih mesra.. bahkan kadang kami melakukan nya di kamar mandi saat mandi.. Malahan kami tak peduli lagi dengan keberadaan Yeyen. Titin juga tak segan mengoral penis ku dihadapan Yeyen..

Liburan tahun baru lalu aku mendatangi nya di Bandung dan menginap selama se minggu lebih di rumah Janda seksi itu.. kepada tetangga sekitar dia mengenalkan aku sebagai keponakan jauhnya.. Dan yang paling penting, kami menghabiskan waktu dengan bermain seks sepuasnya, apalagi si kecil Yeyen telah dia titipkan ditempat orang tuanya di karawang, sedang selama aku disana, dia sengaja meliburkan pembantu nya..

Prediksi Angka Jitu Togel HK Hongkong 15 April 2015


Prediksi Angka Jitu Togel  HK Hongkong 15 April 2015 – Agka Togel hari ini Selasa 15 April 2015 keluaran Angka Bocoran Togel hari ini Togel SGP Singapura  selasa 15/04/2015. Prediksi Togel Hari Ini Selasa 15-04-2015. Angka Main Jitu bandar paling akurat 2D 3D 4D dengan angka shio togel yang di prediksi di bawah ini adalah - Prediksi Angka Jitu Togel  HK Hongkong 15 April 2015



Prediksi Angka Jitu Togel  Hk Hongkong 15 April 2015  – Angka Main di atas hanya prediksi sementara dan masih perlu di perhitungkan lagi. namun tetap utamakan Rumus Angka Main anda dan silakan kombinasikan Prediksi Angka Jitu Togel di atas dengan Prediksi Angka Jitu anda sendiri. Semoga Angka Main Jitu diatas bisa membantu.